Fenomena Budaya Nongkrong & Peluang Bisnis Kedai Kopi

Masyarakat terutama anak-anak muda butuh space untuk nongkrong maupun kerja dengan venue yang nyaman. Kebutuhan konten untuk sosial media juga menjadi pendorong perkembangan kedai kopi,” kata Rifqi Aziz, Brand and Marketing Strategy di Alles Coffee and Eatery. Tren itu diikuti dengan semakin menjamurnya bisnis kedai kopi atau espresso shop, serta semakin meningkatnya tren minum kopi, terutama di kalangan milenial.

Bagaimanapun, pertimbangkan ukuran ruang anda dan bagaimana anda dapat memaksimalkan tempat duduk anda. Pertama, kamu bisa menggunakan mesin espresso dan penggiling kopi handbook. Lalu, seiring berjalannya waktu, kamu bisa meng-upgradealat-alat tersebut dengan hasil penjualan kedai kopimu.

Bisnis kedai kopi

Anda bisa menemukan kandidat freelancer sesuai kebutuhan perusahaan Anda di TopKarir Freelance. Sistem yang mudah dan aman akan membantu Anda bekerja sama dengan tenaga freelance pilihan. Membuat program magang Program magang yang menarik bisa diterapkan untuk memangkas biaya operasional karyawan.

Hal ini dikarenakan berkembangnya tren minum kopi di kedai kopi atau biasa disebut nongkrong. Dalam menjalankan usaha kopi memerlukan bahan baku untuk pembuatannya. Untuk membuat kopi yang nikmat membutuhkan bahan baku yakni biji kopi.

Kinerja mesin coffee grinder yakni menggiling biji kopi dengan penggilingan praktis dan mudah. Tampilan mesin coffee grinder sangat trendy dimana kinerjanya sangat handal dan berjalan begitu cepat. Membuat kopi semakin mudah dan praktis dengan menggunakan mesin coffee grinder.

Bisnis kopi memang merupakan salah satu jenis bisnis yang sangat menguntungkan. Hal ini disebabkan karena bisnis kopi memiliki banyak daya tarik dan memiliki prospek yang baik. Dalam kegiatan nongkrong ini konsumen bisa order berkali-kali sehingga membuat bisnis ini menjadi bisnis yang major menguntungkan dari sekedar kedai kopi. Ini terjadi karena banyak pengunjung yang enggan pergi ke luar rumah dan mengurangi aktivitas pertemuan dengan orang lain di luar rumah. Himbauan “Di Rumah Aja” ini ternyata nggak adil dari sisi pengusaha kopi. Daripada pemasukan tak seberapa dan menghadapi ancaman bangkrut, beberapa usaha kopi memutuskan untuk tutup sementara.

Meski bukan kedai kopi pertama di Indonesia, kamu bisa merintis kedai kopimu dengan sungguh-sungguh supaya bisa berdiri lama seperti kedai kopi legendaris di atas. Akan tetapi, sebisa mungkin kamu harus bisa menyesuaikan kebutuhan dengan modal awal sebesar Rp20 juta tersebut. Bahkan, keperluan operasional juga bisa kamu gunakan, dari dana hasil penjualan. Namun, perlu kamu ketahui bahwa keuntungan dari bisnis semacam ini, memang tidak bisa dipastikan. Usahakan untuk membaca berbagai artikel bisnis untuk membantu memperluas wawasan Anda.