Gazan Azka Ghafara, Pemilik Usaha Zanana Chips

Kamu nggak bisa hanya menuruti apa yang dikatakan sang mentor. Bagaimanapun juga mentor hanya berperan memberi masukan, dan kamu lebih tau perjalanan karir kamu secara langsung. Kamu bisa memberikan tanggapan dan berdiskusi dengan mentor untuk mendapatkan keputusan yang terbaik. Carilah tujuan yang mau kamu capai dalam berkarir sebelum memiliki mentor.

Menjadi pengusaha adalah keinginan saya maka dari itu saya ingin belajar bagaimana mengembangkan usaha yang baik dan cara untuk menghadapi setiap masalah yang terjadi itu bagaimana. Melihat hal tersebut diperlukan mentoring atau pendampingan untuk mengembangkan UMKM atau usaha rintisan . Memperoleh ilmu tambahan untuk terjun ke dunia kerja sesungguhnya di kemudian hari.

Yang terbaru, konsep kampung vertikal yang diminati Jokowi dan Ahok untuk diterapkan di Jakarta. Konsepnya, membuat hunian warga miskin bisa tertata dengan baik. Bukan lagi berbentuk rumah susun yang sering tidak layak huni.

Menjalani Perusahaan, dengan mentor yang sukses

Siapa yang berani mengambil risiko, dialah yang akan jadi pemenang. Tentunya kamu harus memikirkan dan mencari mitigasi atau cara untuk mengurangi risiko bisnis tersebut. Jika mimpi saja tidak berani tinggi, bagaimana kamu bisa bertindak untuk sesuatu yang besar. Berikut ini three hal yang membentuk seorang pengusaha dari cuma ecek-ecek menjadi pengusaha besar, seperti dikutip dari Cermati.com. Tidak butuh waktu lama untuk menyadari betapa banyak tuntutan usaha. Anda akan menghabiskan banyak waktu untuk bekerja dan merealisasikan ide-ide Anda, dan mengelola tim.

Mentor yang menasihati kita sudah pasti terpercaya dan merupakan role model yang sudah melewati banyak hal. Fondasi kedua yang penting untuk dilakukan adalah kemampuan untuk tetap tegar menghadapi berbagai masalah . Tidak ada perjalanan yang terlalu mulus dalam hidup, begitu juga dengan pekerjaan. Akan selalu ada masalah-masalah baru yang muncul di sepanjang karier Anda. Berbagai tantangan hadir dan bagi mereka yang tidak tangguh hal ini akan menghambat pekerjaannya. Tetaplah tegar dan keluarlah dari masalah-masalah dengan terobosan baru sehingga Anda punya kesempatan untuk melesat terus sampai ke puncak.

Pertama, kita memfasilitasi karyawan dalam mengeksplor semua kebutuhannya, memberikan mereka motivasi, keinginan, skills, dan proses berpikir. Serta meningkatkan berkomitmen untuk bertindak dan mengembangkan perubahan jangka panjang. Jika program ini dilakukan secara rutin, dapat juga meningkatkan kompetensi dan mengembangkan skills baru yang lebih spesifik. Jika kita mengetahui bahwa terdapat karyawan mengalami masalah dalam pekerjaannya, maka peran teaching dan mentoring inilah yang bisa membantu beranjak dari masalah. Ketika Anda masuk ke dunia kerja, Anda akan mendapat lebih banyak pelajaran hidup yang sebenarnya.